[VIDEO] Parah!!! Ini Penyebabnya Kenapa E-KTP Belum Jadi


https://goo.gl/dz1xp1
HOK88 - Akhir-akhir ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) gencar mengimbau orang-orang untuk selekasnya lakukan perekaman Kartu Tanda Masyarakat Elektronik (E-KTP).

Tetapi, kenyataan yang berlangsung di banyak daerah, warga yang telah lakukan perekaman, tidak segera memperoleh fisik E-KTP.

Bahkan juga, masih tetap mesti menanti demikian lama untuk dapat mengantongi E-KTP. Ini karna berlangsung terbatasnya blangko E-KTP. Sesaat, waktu lakukan perekaman, warga mesti menyerahkan KTP jenis lama. Dengan hal tersebut, warga tidak miliki kartu jati diri.


Menangani hal itu, Dirjen Kependudukan serta Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh, lakukan terobosan.

Dia mnegimbau warga untuk memohon surat info pengganti jati diri (KPI) ke petugas service E-KTP di kecamatan/dinas kabupaten.


“Mereka yang telah merekam, dapat segera bisa (KTP), dapat pula belum juga. Tetapi yang belum juga bisa KTP, dalam Undang-Undang Nomor 23 Th. 2006 telah ditata. Pemerintah daerah (Pemda) bisa menerbitkan yang namanya surat info pengganti jati diri. Itu berlaku hingga jadinya KTP Elektorniknya mereka, ” tutur Zudan Arief di Jakarta, tempo hari.

Zudan menerangkan, dalam surat pengganti jati diri itu, juga terdaftar data jati diri seperti KTP, termasuk juga NIK warga yang merekam. Karenanya, walau belumlah ada fisik E-KTP karena kekurangan blangko, tetapi warga yang telah merekam telah terdaftar mempunyai NIK tunggal.

“Jadi mereka dapat mengurusi keperluannya dengan surat itu, ” katanya Pokerhok88.

Disadari oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri itu, tanpa ada mempunyai KTP El, yang memberikan NIK baru, orang-orang memanglah juga akan kesusahan dalam mengurusi beragam kepentingan administrasi seperti SIM, STNK, Kartu Kesehatan ataupun perbankan.

Tetapi sesudah merekam serta mempunyai NIK, walau cuma dalam surat pengantar itu, kata Zudan, mereka telah dapat kembali memperoleh service umum itu.

Diterangkan juga, walau pemerintah membidik perekaman data kependudukan usai pada 30 September yang akan datang, tetapi bukanlah bermakna sesudah tanggal itu warga tidak dapat mengurusi perekaman data untuk peroleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) E-KTP.

“Kita berharap orang-orang datang. Namun bila tangal 30 September belum juga dapat datang, datanglah tanggal selanjutnya. Orang-orang tidak butuh cemas service perekaman berhenti, ” kata birokrat bergelar doktor itu.

Di sampaikan untuk beberapa kalinya, kalau sistem perekaman saat ini tak akan menyusahkan warga, karna mereka tidak mesti membawa surat pengantar dari RT/RW.

“Cukup membawa kartu keluarga (KK), lalu mereka dapat segera lakukan perekaman, ” terang Zudan.

Popular Posts